MUARO JAMBI – Anggota DPRD Kabupaten Muaro Jambi, Robinson Sirait, mendesak Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi untuk segera memprioritaskan peningkatan akses sinyal internet di Desa Tanjung Katung, Kecamatan Maro Sebo. Hingga saat ini, desa tersebut dilaporkan masih terisolasi dari layanan internet yang memadai, sehingga menghambat aktivitas digital masyarakat setempat.
Aspirasi ini mencuat saat Robinson menerima kunjungan lintas fraksi anggota DPRD Muaro Jambi di kediamannya, Senin (26/1/2026).
Hadir dalam pertemuan tersebut Alfin Junaidi (PKB), Jonaidi P. Naenggolan (PAN), Usman Halik (PDI-P), serta Ramadhan Mahir dan Maimunah dari Fraksi Demokrat.
Robinson, yang juga politisi Fraksi PAN, menegaskan bahwa ketersediaan jaringan internet di era transformasi digital saat ini bukan lagi sekadar pelengkap atau gaya hidup, melainkan sudah menjadi kebutuhan dasar.
“Di era sekarang, internet sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Hal ini mencakup sektor pendidikan, pengembangan usaha, pelayanan administrasi desa, hingga komunikasi sehari-hari,” ujar Robinson.
Ia menyoroti adanya ketimpangan infrastruktur digital di Muaro Jambi. Robinson membandingkan wilayah Sungai Bahar yang secara geografis lebih jauh dari pusat ibu kota kabupaten namun memiliki sinyal yang lebih stabil dibandingkan Desa Tanjung Katung.
Kondisi ini memicu desakan agar pemerintah daerah segera melakukan pemerataan infrastruktur digital. Robinson pun mengajak rekan-rekan sejawatnya, terutama dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, untuk mengawal isu ini agar masuk dalam agenda prioritas pembangunan.
“Kami mendorong pemerintah daerah untuk segera merealisasikan peningkatan akses internet, tidak hanya di Tanjung Katung tetapi juga wilayah sekitarnya yang masih mengalami kendala serupa,” tambahnya.
[Image: Robinson Sirait bersama sejumlah anggota DPRD Muaro Jambi saat berdiskusi mengenai akses internet di Maro Sebo]
Warga Desa Tanjung Katung yang hadir dalam pertemuan tersebut menaruh harapan besar pada langkah konkret pemerintah. Mereka mengeluhkan terhambatnya proses belajar mengajar siswa dan sulitnya pelaku usaha desa untuk memasarkan produk secara daring akibat keterbatasan sinyal.
Menanggapi hal tersebut, DPRD Muaro Jambi menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti aspirasi ini melalui mekanisme pembahasan bersama jajaran eksekutif dalam waktu dekat. Perjuangan ini diharapkan dapat memutus kesenjangan digital dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah perdesaan Muaro Jambi. (Adv)
























































































