JAMBI — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi mendorong optimalisasi layanan kesehatan gratis bagi masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini dilakukan guna memastikan dana Bantuan Presiden (Banpres) senilai Rp30 miliar terserap secara efektif untuk penanganan kesehatan warga.
Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, mengungkapkan bahwa desakan tersebut mengemuka usai dirinya bersama unsur pimpinan dewan meninjau langsung sejumlah posko pelayanan kesehatan gratis di Kota Jambi, Jumat. Dari hasil peninjauan lapangan, ia menilai beberapa titik posko masih memerlukan perbaikan, baik dari sisi lokasi maupun tingkat keterjangkauannya bagi masyarakat.
“Contohnya posko di depan kantor pusat Bank Jambi, posko itu kelihatannya kurang representatif dan lokasinya kurang dikenal masyarakat. Kami menyarankan agar lokasi posko dipindahkan ke tempat yang lebih strategis,” ujar Ivan Wirata.
Desakan evaluasi ini mendesak mengingat lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kabut asap di Jambi kini telah mencapai angka 7.324 kasus.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua III DPRD Provinsi Jambi, Faizal Riza, menyoroti kondisi fisik dan kelayakan fasilitas penunjang di posko-posko kesehatan yang dinilai masih minim kenyamanan. Menurutnya, fasilitas yang tidak representatif dapat menurunkan minat warga untuk datang memeriksakan diri.
“Kondisi tenda saja panas dan berdebu, sehingga minat masyarakat untuk datang berobat berkurang. Kami minta ada perbaikan fasilitas, dan kami telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait seperti Bank Jambi, Korem, serta pihak lainnya untuk bersama-sama membantu penanganan dampak karhutla ini,” tegas Faizal Riza.
Respons Dinas Kesehatan
Menanggapi masukan dari pihak legislatif, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Yosi Rolianto, menyatakan pihaknya terus bergerak cepat melakukan pembenahan fasilitas pada posko-posko kesehatan yang ada, termasuk di kawasan Telanaipura dan Pasar.
Yosi menjelaskan, posko-posko kesehatan darurat tersebut beroperasi setiap hari melayani masyarakat mulai pagi hingga pukul 16.00 WIB. Setelah jam operasional posko berakhir, warga yang membutuhkan penanganan medis lanjutan diarahkan untuk mendatangi puskesmas terdekat.
Ia memastikan seluruh rangkaian layanan kesehatan di posko penanganan karhutla ini diberikan secara cuma-cuma alias tanpa dipungut biaya.
“Posko-posko kita terus berbenah dan melengkapi fasilitas yang menjadi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di Provinsi Jambi,” pungkas Yosi.
Melalui sinergi pengawasan ketat dari DPRD serta pembenahan fasilitas oleh pemerintah daerah, diharapkan masyarakat Jambi yang terpapar kabut asap dapat segera memperoleh layanan pengobatan yang cepat, layak, dan merata. (*)





















































































