JAMBI – Menanggapi penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan Tahun 2026, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, S.E. menghadiri Apel Kesiapsiagaan di Mako Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi pada Kamis (27/8/2026).
Kehadiran legislatif ini guna memastikan langkah antisipasi Pemko Jambi berjalan efektif terhadap ancaman krisis air bersih, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Guna mengatasi dampak kekeringan, Pemko Jambi telah menyiagakan 21 unit armada mobil tangki yang bersinergi dengan Perumdam Tirta Mayang dan TNI. Hingga Kamis (27/8), sekitar 602.000 liter air bersih telah disalurkan ke pemukiman warga, fasilitas umum, tempat ibadah, serta fasilitas kesehatan.
Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly mengapresiasi kesiapan jajaran eksekutif, namun ia mengingatkan agar jajaran terkait tidak pasif dan bertindak proaktif.
“Kesiapsiagaan ini jangan hanya berhenti pada apel seremonial. BPBD harus memetakan wilayah rawan dan bergerak cepat sebelum masyarakat mengalami krisis air. Jangan menunggu warga berteriak baru kita datang,” tegas Kemas Faried.
Kemas Faried juga mengimbau warga untuk memanfaatkan layanan bebas pulsa Call Centre Bahagia 112 yang beroperasi 24 jam untuk laporan darurat air bersih maupun indikasi titik api. Selain itu, seiring dengan pemantauan kasus ISPA pekan ke-33 yang mencatatkan 1.681 kasus, ia meminta seluruh elemen masyarakat bersama TNI-Polri memperkuat pencegahan dini karhutla dengan tidak membakar sampah atau lahan sembarangan. (adv)




















































































